Ticker

6/recent/ticker-posts

Bejat, pria di kukar urang urang di bawah usia anak-anak selama pemeliharaan warung di KM 24

Bejat, pria di kukar urang urang di bawah usia anak-anak selama pemeliharaan warung di KM 24


Dugaan pelecehan seksual anak-anak kecil berhasil ditangkap oleh Kantor Polisi Marangkayu Kartanagara (Kukar) Kamis (6/1/2022) kemarin. 

Kepala Polisi Marangkayu AKP Sujarwanto, melalui Bripka Reskrim Kanit Ambo Tang mengatakan bahwa tersangka AR (40) ditangkap di desa Sbuntal District Marangkayu, Kukar.

Insiden itu dimulai ketika saya ingin meminta rokok di sebuah dudukan yang terletak di Kmont-Samarinda, desa Santan Ulu, distrik Marakkayu, Le (28/12). Namun, korban tidak menanggapi untuk tidak tahu rokok mana yang diminta oleh tersangka. Tiba-tiba, di toko, tersangka memeluk korban dari belakang.

Lebih buruk lagi, korban dipeluk dan dinamai jauh dari gerbang toko. Ketika, setelah ingin mendapatkan rokok, penulis kembali meluncurkan tindakan dengan memimpin pelanggaran yang lancar dengan memegang dada korban.

"Grid penulis telah dirilis. Namun, korban tidak dapat dan korban melanjutkan kejadian pada waktu itu, "kata Bripka Ambo Tang, diluncurkan dari jaringan pada Jumat (7/1/2022).

Setelah kejadian itu, korban melaporkan tindakan kejam kepada orang tuanya. Merasa tidak menerima, orang tua melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Saat ini, korban menjalani depresi dan trauma yang cukup besar. Karena, itu tidak tahu apakah perilaku keji harus diterima.

Baca Juga : Mama Laura Anna Akhirnya Membalas Pernyataan Janariyah

"Orang tua korban melaporkan. Saat ini, korban mengalami trauma serius karena insiden itu," katanya.

Terangka dengan bukti kini telah diperoleh di Mapollssek Marangkayu, untuk menjelaskan tindakannya.

Akibatnya, tersangka bertanggung jawab atas Republik Indonesia. 17 dari 2016 Pasal 82 tentang penentuan penggantian Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Undang-Undang No 1 pada 2016 Mengenai Amandemen Kedua kepada Hukum RI N ° 2016 tentang Perubahan Kedua Republik Indonesia UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan masa kecil.

"Ancaman penjara dari 5 hingga 15 tahun penjara," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar